Kamis, 20 Oktober 2016

Congraduation!


 This morning was our graduation ceremony. And now I got mixed feelings.

Saya sedang mendengarkan Manusia Kuat-nya Tulus saat menulis ini. Not quite sure, but I feel this is a perfect song for graduation. Ini adalah wisuda ketiga yang saya alami sejak 'mencemplungkan' diri dalam institusi ini. Usia saya sekarang 24 tahun, muda atau tua, itu tergantung darimana dilihatnya. Muda untuk ukuran orang yang sudah berstatus sebagai PNS selama 6 tahun, cukup tua untuk ukuran orang yang baru saja mendapat gelar sarjana.


Tentunya, saya senang. Setelah dua tahun bekerja, akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kuliah. Banyak yang terjadi dalam satu tahun. Sedih dan suka, pengalaman baru dan rasa lelah, sukacita dan patah hati. I lived my life to the fullest this year, and I barely had regret.

Kecewa? Iya juga. Banyak sekali rencana yang saya bayangkan untuk setahun ini, terutama dalam hal akademis. Punya rencana menulis, membuat karya, ikut seminar dan lainnya, namun rupanya saya memiliki batas kemampuan.

Well, everyone has their own way to work.

Takut? Sedikit. Di depan saya membentang masa depan dan tanggung jawab yang baru, dan besarnya kemungkinan serta ketidakpastian di waktu yang akan datang sedikit membuat saya merinding.

Penuh harap? Iya juga. Saya masih punya cita cita yang lebih besar, dan wisuda hari ini berarti saya menjadi satu langkah lebih dekat dengan cita cita saya.

Sedih? Mau tidak mau saya rasakan. Bertemu dengan orang orang yang baru, memiliki sejarah sejarah baru, selalu merasakan suasana 'muda'. Saya jelas akan merindukan kekonyolan dan 'kerempongan' teman teman sekelas yang punya latar belakang luar biasa bervariasi.

This year had been a good year, but we need to move on. As everyone said, it might be the end, but let's focus at the more important thing, the new beginning ahead.





Sabtu, 18 Juni 2016

Ennichisai 2016: Miracle Power of Love.




Sebagai pecinta berbagai hal yang berbau Jepang, adalah kurang lazim kalau gue melewatkan festival tahunan sebesar festival Ennichisai yang digelar setiap tahun di kawasan Blok M Square. Termasuk Ennichisai 2016, sekitar bulan Mei 2016, yang merupakan ennichisai pertama yang gue hadiri setelah merantau dua tahun di pulau seberang. As usual, I look for the food, the crowd, and cosplayers. XD


Ennichisai tahun ini, gue pergi sama temen kuliah, yang ternyata baru pertama kali datang ke ennichisai, atau biasa juga disebut Little Tokyo Festival. Kita datang di hari terakhir Ennichisai 2016, tapi siang hari, meskipun konon pada malam penutupan acara jauh lebih meriah. Dari pertama kali sampai di lokasi, she was amazed by weird-but cute-but weird-but ridiculously attractive  cosplayers. Kalau yang belum biasa, mungkin memang bakal kaget dengan bentuk bentuk cosplayer super aneh apalagi dengan bahan bahan cosplay yang kurang lazim untuk dipakai sebagai pakaian. But being in this kind of crowd, have it's own kind of fun. XD



Iced green tea latte. I wish this was available in our canteen T.T

Ringo ame instead of flowers, please! Haha. A candied apple, that looks like an apple shaped glass. Undoubtedly a pretty snack, but not quite sure with the taste. Not bought it tho', way too pricey. XD

Taiyaki-kun! A very popular fish-shaped traditional Japanese snack. Originally it's filled with sweet bean paste from the body to it's tail, but modern taiyaki is filled with various kind of paste. I can't recall what kind of paste this one was filled with.

 Takoyaki (upper), a ball shaped pancake filled with octopus and garnished with mayonnaise, ginger pickles and fermented fish flakes. The lower one is... sweet Japanese pancake? I forget the name, but it looks like smaller version of Dorayaki, but without fills, and sweet syrup (?) above instead.

Ikayaki, a squid pierced through the length of it's body with a wooden stick, grilled, choped, and then topped with soy sauce and chili powder. This one was grilled, but still really soft and juicy. And not to mention the freshness of it.

 
I have no idea who are they playing as. It could be some characters from games, or maybe i haven't read manga for too long.

Mikoshi, god's vehicle in Shinto belief, used to move from one temple to another. In this event, Mikoshi was paraded around Blok M Square and Mentawai.